Selamat Datang di website kami Informasi tentang Pendidikan Anak Usia Dini dan Perkembangannya anda bisa dapatkan disini Semangat mencerdaskan anak bangsa

Saturday, August 5, 2017

Download Contoh SK Sekolah Aman PAUD

Download Contoh SK Sekolah Aman PAUD
Download Contoh SK Sekolah Aman PAUD

INFORMASI BINA PAUD DAN GURU | Berdasarkan paparan Aplikasi PAUD Dikmas Tahun 2017, bahwasannya terdapat di dalam 3.1.0 Ditjen PAUD Dikmas nantinya akan terdapat beberapa menu pembaruan maupun perbaikan fitur dalam aplikasi Dapodik PAUD untuk entry data Dapodik PAUD pada semester 1 (ganjil) tahun pelajaran 2017/2018. Salah satunya adalah pada “Menu Lembaga” akan ditambahkan pembaruan berupa penambahan Sekolah Aman dan penambahan Anggota Panitia Sekolah Aman.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan adalah sebagai salah satu dasar untuk membentuk tim pencegahan tindak kekerasan di lingkungan Sekolah. Ini bertujuan dalam meningkatkan penyelenggaraan pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan perlu dilakukan upaya pencegahan, penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan sekolah.  SK Tim Pencegahan Tindak Kekerasan di Sekolah merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan guna mewujudkan sistem organisasi yang terstruktur dan sistematis sebagai wujud komitmen bersama.

Dalam pengarsipan dan pelaporan nya  SK Tim Pencegahan Tindak Kekerasan di Sekolah ini wajib di inputkan pada data pokok pendidikan atau  Dapodik PAUD versi 3.1.0.  Contoh SK Tim Pencegahan Tindak Kekerasan di Sekolah ini kami bagikan sebagai referensi dalam pembuatan dan pembentukan Tim Pencegahan Tindak Kekerasan di Sekolah.



Silahkan klik :  DOWNLOAD DISINI


binapaud.blogspot.com | 05 Agustus 2017 
Share:

Dapodik PAUD Versi 3.1.0 Tahun Pelajaran 2017/2018

Dapodik PAUD Versi 3.1.0 Tahun Pelajaran 2017/2018
Dapodik PAUD Versi 3.1.0 Tahun Pelajaran 2017/2018

INFORMASI BINA PAUD DAN GURU | Dapodik PAUD 2017 untuk Awal Tahun Pelajaran 2017/2018 dengan Versi Terbaru 3.1.0 bisa kita dapatkan pada halaman resmi dapo.paud-dikmas.kemdikbud.go.id. Mari kita lihat perubahan yang ada pada Versi terbaru ini dari versi sebelumnya, yaitu sebagai berikut :

1.    Lembaga
Ø [Pembaruan] Penambahan sekolah aman
Ø [Pembaruan] Penambahan anggota panitia sekolah aman

2.    Sarpras
Ø [Pembaruan] Keterangan pada input kondisi
Ø [Pembaruan] Penambahan persentase tingkat kerusakan

3.    PTK
Ø [Pembaruan] Penambahan Referensi Kepercayaan Kepada Tuhan YME & perubahan label menjadi Agama dan Kepercayaan
Ø [Pembaruan] Penambahan Menu NPWP
Ø [Pembaruan] Penambahan Riwayat Jabatan Pendidik/Tenaga Kependidikan, Kompetensi & Riwayat Karir Guru

4.    Peserta Didik
Ø [Pembaruan] Penambahan NIK Ayah dan Ibu
Ø [Pembaruan] Penambahan Kesejahteraan Peserta Didik pada data rinci


Tentang cara penginstallan Dapodik PAUD Terbaru Versi 3.1.0 silahkan Download Paparan nya pada Link ini :  


binapaud.blogspot.com | 05 Agustus 2017 
Share:

Gratis Download Muatan Ajar TK Kelompok A Kurikulum 2013 Terbaru

Gratis Download Muatan Ajar TK Kelompok A Kurikulum 2013 Terbaru

Gratis Download Muatan Ajar TK Kelompok A Kurikulum 2013 Terbaru

INFORMASI BINA PAUD |  Kualitas pembelajaran anak usia dini dapat diukur dan ditentukan oleh sejauh mana kegiatan pembelajaran dapat mengubah perilaku anak ke arah yang sesuai dengan tujuan kompetensi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, Guru PAUD diharapkan mampu merancang, mengembangkan, dan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan perkembangan anak.

Muatan pembelajaran PAUD umumnya dirumuskan atas dasar Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) PAUD lengkap dengan indikator PAUD. Bagi ayah bunda yang ingin materi / muatan pembelajaran TK-A (usia 4-5 tahun) sesuai Kurikulum 2013 PAUD


Silahkan Download hanya klik “DISINI” 


binapaud.blogspot.com | 05 Agustus 2017 
Share:

Sunday, June 11, 2017

Modul Guru Pembelajar Taman Kanak Kanak

Modul Guru Pembelajar Taman Kanak Kanak

INFORMASI BINA PAUD DAN GURU | Pengembangan profesionalitas guru melalui program Guru Pembelajar merupakan upaya peningkatan kompetensi untuk semua guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kompetensi guru telah dilakukan melalui uji kompetensi guru (UKG) untuk kompetensi pedagogik dan profesional pada akhir tahun 2015. Hasil UKG menunjukkan peta kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam penguasaan pengetahuan. Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru paska UKG melalui program Guru Pembelajar. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahan dan sumber belajar utama bagi peserta didik. Program Guru Pembelajar dilaksanakan melalui pola tatap muka, daring (online), dan campuran (blended) tatap muka dengan online.


Adapun perangkat pembelajaran yang dikembangkan tersebut adalah modul untuk program Guru Pembelajar tatap muka dan Guru Pembelajar daring untuk semua mata pelajaran dan kelompok kompetensi. Dengan modul ini diharapkan program Guru Pembelajar memberikan sumbangan yang sangat besar dalam peningkatan kualitas kompetensi guru.
Untuk para Guru Taman Kanak Kanak atau TK, merupakan unduhan lengkap yang bunda-bunda TK untuk mempelajarinya lebih awal dalam GP atau Guru Pembelajar. Kedalaman materi dan pemetaan kompetensi dalam modul ini disusun menjadi sepuluh kelompok kompetensi. Setiap modul meliputi pengembangan materi kompetensi pedagogik dan profesional bagi Guru Taman Kanak-kanak.

Judul-judul modul yang disusun sebagai berikut;
 (1) Karakteristik Tumbuh Kembang Anak Usia Dini,
 (2) Teori Bermain dan Perkembangan Anak Taman Kanak-kanak,
 (3) Kurikulum dan Program Pembelajaran di Taman Kanak-kanak,
(4) Strategi Pengembangan Pembelajaran di Taman Kanak-kanak,
(5) Teknologi Informasi dalam Pembelajaran di Taman Kanak-kanak,
(6) Sumber Belajar dan Materi Pembelajaran di Taman Kanak-kanak,
(7) Komunikasi Efektif di Taman Kanak-kanak,
(8) Penilaian di Taman Kanak-kanak,
(9) Penelitian Tindakan Kelas di Taman Kanak-kanak, (10) Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Bagi Guru Taman Kanak-Kanak.

Silahkan unduh modul guru pembelajar bagi guru TK pada link dibawah ini.
Kelompok kompetensi A sampai dengan  J



wahanainfopendidikan.blogspot.com | 12 Juni 2017 
Share:

Friday, June 9, 2017

Kriteria Ideal Guru Taman Kanak-kanak


Kriteria Ideal Guru Taman Kanak-kanak
Guru Paud Sedang Mengajar di ruangan kbm

INFORMASI BINA PAUD DAN GURU | Guru-guru taman kanak-kanak (TK) selain harus memiliki modal kerja untuk mendidik murid, juga idealnya memenuhi kriteria tertentu. Soal perlunya modal kerja ini, silakan pembaca memeriksa artikel lain dalam laman ini juga berjudul Modal Kerja Guru Taman-kanak. Berikut kriteria ideal guru TK yang saya coba adaptasikan dari buku Pengembangan Anak Usia Taman Kanak-kanak, karya Agus F. Tangyong dkk., terbitan Gramedia, 1988.

Guru TK yang paling ideal adalah seorang profesional yang terdidik dan terlatih baik, serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya. Pengertian terdidik adalah mereka yang memiliki bekal pendidikan formal. Idealnya, guru TK minimal berpendidikan strata 1 dalam bidang apa pun. Namun tak berarti mereka yang berpendidikan setingkat SMP atau SMA tak dibolehkan mengajar murid TK, karena pada dasarnya yang dibutuhkan adalah kemampuannya yang setingkat sarjana Strata 1, bukan ijazahnya.

Memang faktanya sebagian besar guru pendidikan anak usia dini, termasuk di dalamnya guru TK, belum sarjana. Berdasarkan data yang diungkapkan Direktur Pembinaan PAUD Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemdikbud Ella Yulaelawati seperti dikutip laman beritasatu.com,  jumlah tenaga kependidikan PAUD saat ini sebanyak 588.475.

Dari jumlah itu, sebanyak 22.972 berlatar belakang pendidikan SMP dan 289.762 SMA. Kemudian, lulusan diploma sebanyak 75.678 dan S1 sebanyak 196.181 orang. Selanjutnya, guru dan tenaga kependidikan lulusan S2 terdapat 3.882 orang.

Kriteria lain, terlatih dengan baik. Guru TK haruslah seorang yang menguasai tehnik mendidik, memiliki pengetahuan tentang cara-cara mendidik, maupun membuat rancangan kegiatan (mingguan dan harian) dan mampu mengorganisasikan kelas. Ia juga mengetahui cara menghadapi berbagai macam  permasalahan anak, mulai dari perkelahian antar anak sampai dengan menggiatkan kelompok belajar.

Guru-guru TK niscaya membutuhkan pelatihan-pelatihan untuk mampu mendidik anak-anak usia TK. Pelatihan-pelatihan ini menyangkut penguasaan kurikulum, pengetahuan tentang kompetensi dasar yang mesti dibekalkan ke anak didik, metode-metode yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan kurikulum, dan lain-lain. Pelatihan yang paling dibutuhkan tentu saja materi bermain sebagai metode untuk penanaman nilai-nilai yang diharapkan disemaikan dalam jiwa anak-anak TK.

Kriteria  lain, pengalaman yang kaya di bidangnya. Mereka yang sudah lama menjadi guru TK pasti akan lebih lihai dalam menghadapi murid-murid yang masih berusia dini ini, dibanding para guru pemula. Bagaimana cara menangani anak yang pemberontak, perengek, pengganggu dan lain-lain? Pengalaman yang panjang karena itu diharapkan  meningkatkan kompetensi guru TK untuk menjalankan tugasnya.

Kriteria lain, kecintaan yang tulus pada anak, berminat pada perkembangan anak, bersedia mengembangkan potensi yang dimiliki anak, hangat dalam bersikap dan bersedia bermain dengan anak. Kata kuncinya di sini: mencintai anak. Jika rasa cinta pada anak-anak sudah muncul di dalam hatinya, maka sikap-sikap berikutnya akan mengikut, seperti memperhatikan, memedulikan, bersimpati, berempati, sikap hangat, dan seterusnya.

Guru TK adalah guru yang konsisten sekaligus luwes dan lincah dalam menghadapi kebutuhan, minat dan kemampuan anak.

Kriteria guru yang ideal belum tentu dapat dipenuhi oleh seorang guru TK, namun yang penting adalah usaha ke arah itu. *


Ditulis : Nugroho, aktifis pendidikan  

binapaud.blogspot.com | 10 Juni 2017 
Share:

Tuesday, June 6, 2017

Reorientasi Pendidikan Dasar

Reorientasi Pendidikan Dasar
Pendidikan dasar yang benar-benar berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

WAHANA INFORMASI PENDIDIKAN DAN GURU | Pemerintah daerah harus konsisten dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) tahun 2014 – 2019, terutama dengan merevitalisasi pendidikan dasar dan pendidikan vokasi. Kedua jenjang pendidikan tersebut menjadi modal utama bagi pemerintah dalam upaya melahirkan generasi unggul berkarakter. Adapun untuk menyukseskan agenda besar itu, perluasan akses pendidikan dasar dan menengah menjadi sebuah keniscayaan. Selain itu pembenahan distribusi serta perbaikan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan pun perlu dilakukan sesegera mungkin. Hal itu diungkapkan oleh Mendikbud Muhajjir Effendy di kantor Kemendikbud beberapa waktu lalu (“Pikiran Rakyat”, 24/05/2017).

Pernyataan Mendikbud di atas seakan mengingatkan kita akan pesan yang pernah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan para mahasiswa Indonesia di Belanda sekitar setahun yang lalu. Saat itu Presiden mengusulkan agar 60 sampai dengan 70 persen materi pelajaran di Sekolah Dasar (SD) diarahkan pada pembangunan karakter peserta didik. Pembentukan karakter yang dilakukan sejak dini diyakini akan mampu merubah mental bangsa ini menjadi lebih baik.


Apa yang disampaikan oleh Presiden maupun Mendikbud tersebut sebenarnya bukan hal yang baru. Sejak Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SD dihapuskan, orientasi pembelajaran pun (seharusnya) mengalami pergeseran. Dalam hal ini membiasakan siswa untuk senantiasa melakukan perbuatan baik serta menanamkan kecintaan mereka terhadap dunia belajar seharusnya lebih dikedepankan daripada memaksa mereka untuk menguasai seluruh materi yang tercantum dalam kurikulum. 

Namun, pergeseran orientasi pembelajaran tersebut nampaknya akan sulit diimplementasikan. Setidaknya ada tiga tantangan yang harus dihadapi oleh sekolah dalam upaya merealisasikan pendidikan karakter sesuai amanat presiden tersebut. Pertama, keberpihakan kurikulum. Pemberlakuan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) untuk tiap mata pelajaran secara tidak langsung telah menyempitkan makna maupun tujuan pendidikan yang sebenarnya, khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Anak dianggap berhasil mencapai ketuntasan belajar apabila mereka mampu mengerjakan soal-soal di atas kertas. Sedangkan hal-hal lain yang berkaitan dengan kepribadian seperti ketaatan mereka dalam beribadah maupun pengamalan norma-norma sosial justru tidak mendapatkan porsi yang semestinya. Kedua, kesiapan sekolah lanjutan. Kenyataan menunjukkan, nilai akademik masih dijadikan pertimbangan utama oleh sekolah-sekolah lanjutan (SMP) untuk menerima calon siswa baru dari Sekolah Dasar. Adapun karakter maupun perilaku siswa kurang begitu mendapatkan perhatian. Akibatnya, tujuan pembelajaran di Sekolah Dasar pun lagi-lagi sebatas untuk mendapatkan nilai akademik setinggi-tingginya demi mendapatkan kursi di sekolah lanjutan (unggulan). 

Ketiga, partisipasi orangtua. Rendahnya tingkat partisipasi orangtua menjadi persoalan tersendiri dalam upaya melahirkan generasi unggul berkarakter. Gaya hidup masyarakat “modern” dimana tidak hanya ayah yang bekerja di luar rumah, mengakibatkan proses pendidikan pun berjalan secara parsial. 

Untuk dapat mengimplementasikan pendidikan karakter di Sekolah Dasar, diperlukan sinergi yang baik antara pemerintah, sekolah dan orangtua. Sebagai pemegang regulasi pemerintah diharapkan mampu memainkan perannya dalam merancang sebuah kurikulum pendidikan dasar yang benar-benar berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Selain itu aturan yang diberlakukan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP pun hendaknya memperhatikan karakter ataupun perilaku peserta didik pada jenjang sebelumnya.

Adapun orangtua hendaknya menyadari betapa pentingnya peran mereka dalam melanjutkan pendidikan karakter yang dilakukan oleh guru di sekolah. Menciptakan lingkungan kondusif yang mendukung tumbuhnya karakter anak merupakan kewajiban yang harus dilakukan. Dengan demikian, pendidikan karakter di Sekolah Dasar pun benar-benar dapat terlaksana dan tidak hanya sebatas wacana.

*) Ditulis oleh Ramdan Hamdani, S.Pd


wahanainfopendidikan.blogspot.com | 7 Juni 2017 
Share:

Monday, June 5, 2017

Video Media Pembelajaran PAUD Gratis


Video Media Pembelajaran PAUD Gratis
video media pembelajaran PAUD gratis 

INFORMASI BINA PAUD DAN GURU | Salam PAUD bagi yahnda dan bunda.........
Bagi yahnda dan bunda pendidik di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini / PAUD yang ingin memilikiMedia Pembelajaran berupa Video untuk dalam Proses Pembelajaran di Kelas, disini kami memberi kan bahan video tersebut.

Disini kami menyajikan ada beberapa video sebagai bahan pembelajaran, untuk mendownload.

silahkan langsung klik judul video di bawah ini :







6.  HEMAT



Selamat menonton ! 

binapaud.blogspot.com | 06 Juni 2017 
Share:

Download Contoh SK Sekolah Aman PAUD

Download Contoh SK Sekolah Aman PAUD INFORMASI BINA PAUD DAN GURU | Berdasarkan paparan Aplikasi PAUD Dikmas Tahun 2017, bahwasannya...

BTemplates.com

Search This Blog

Blog Archive

Powered by Blogger.